Dum..Dum..Tes.. Itulah Suara Drumband

Pelatihan Drumband Ada lagi?

Oke adik-adik semuanya, jangan sampai kelewatan ya? marhalah Al-Sighor sekarang sudah membuka pendaftaran pembelajaran drumband yang akan membuat minggu-minggu kalian sedikit bermakna, hehe..
Seperti yang pernah duta rekam dulu bahwasanya kegiatan drumband ini adalah gagasan yang diberikan oleh Ust. M. Alamul Huda supaya santri marhalah Al-Sighor dapat mengembangkan bakatnya dalam bidang drumband yang langsung dihandel oleh pihak marhalah, sehingga bisa diketahui sampai mana kemajuan yang diperoleh dari pembelajaran tersebut.

Untuk fasilitas alhamdulillah drumband marhalah Al-Sighor mulai bertambah dan mulai lengkap meski secara minimal kurang maksimal.


Latihan Drumband (kesekian kalinya)

Kemarin jum’at (04/03) untuk kesekian kalinya ketua marhalah mengadakan kembali pelatihan drumband yang sudah lama vakum, hal ini dikarnakan kesibukan beliau dalam rutinitas pondok (ngabdi dan kuliah) sehingga menyulitkan beliau untuk mengadakan pelatihan yang istiqomah dan juga kendalanya adalah bahwa tidak ada yang bisa mengajari anak-anak dalam pelatihan drumband selain beliau. Oplos deh buat beliau...

Maulid Diba’ Marhalah Al-Sighor

Pertama dimarahalah Al-Sighor pada masa pengabdian 2015-2016

   Jum’at lalu (19/02), pengurus departemen minat dan bakat marhalah Al-Sighor bekerja sama dengan PH marhalah Al-Sighor mengadakan mauliddiba’ yang bertempat didalam kantor marhalah Al-Sighor yang dimulai setelah beberapa saat selesainya exhebition bahasa inggris.
   Acara tersebut adalah salah satu program kerja dari pengurus minat dan bakat marhalah Al-Sighor yang yang baru kali ini terlaksana, sehingga ketua marhalah Al-Sighor berinisiatif untuk mengabadikan acara tersebut dengan cara merekam menggunakan kamera selain difoto juga.
   Acara maulid diba’ ini diakhiri dengan makan-makan bersama baik santri yang hadir sebagai perwakilan per-kamar maupun pengurus yang telah datang untuk mengikuti acara maulid diba’ tersebut, sehingga pada akhirnya perutpun menjadi kenyang maka hatipun ikut-ikutan senang.


Bahasa Di Marhalah Al-Sighor

Bahasa Di Marhalah Al-Sighor

Wawancara bersama pengurus bahasa arab

   Kemarin (15/02), reporter koran Duta Al-Sighor memewancarai salah satu pengurus bahasa  arab marhalah Al-Sighor yang bernama Ust. Abil. Beliau mengatakan bahwa keadaan bahasa arab dimarhalah Al-Sighor saat ini lumayan baik dan insya Allah akan sedikit demi sedikit bertambah baiknya.
   Salah satu cara untuk mengembangkan bahasa arab dimarhalah Al-Sighor adalah dengan mencari santri-santri yang memiliki bakat-bakat terpendam tentang bahasa arab, karna jikalau santri-santri tersebut kemudian didik dengan khusus dan bisa mengamalkan apa yang telah diajarkan padanya, insya Allah santri-santri lainnya akan lama-kelamaan akan terbuka hatinya untuk mencoba mengenal lebih jauh lagi bahasa arab dikarnakan melihat temannya yang telah mendapatkan didikan khusus tadi sehingga ingin menirunya, insya Allah.
   Akan tetapi hal tersebut tidak akan menjadi maksimal jikalau tidak ada kerjasama dengan seluruh pengurus marhalah supaya juga sedikit-sedikit memakai bahasa sesuai dengan minggu bahasanya. Sehingga terbentuk nuansa ke-arab-an yang dapat memunculkan poin positif untuk keseluruhan santri
sehingga tergugah untuk mencoba berbahasa khususnya bahasa arab.
   Sedikit penggugah semangat berbahasa arab dari Ust. Abil, pelajarilah bahasa arab kemudian praktekanlah, supaya selalu membekas dikepala sehingga tidak akan lupa. Dan ingat, kitab yang kita pelajari dipondok ini menggunakan bahasa arab, Al-qur’an yang kita baca setiap hari menggunakan bahasa arab dan terakhir, ingat dan selalu ingatlah bahwasanya nanti saat kita berkumpul disurga (amien..) Kita akan menggunakan bahasa arab. Jadi jangan berfikir dua kali untuk mempelajari bahasa arab, oke!.

Wawancara bersama pengurus bahasa inggris

   Menurut Ust. Fuad saat diwancarai oleh reporter Duta Al-Sighor (16/02), semua kegiatan berbahasa dimarhalah Al-Sighor berjalan dengan lancar, meskipun kebanyakan anak-anak marhalah Al-Sighor tidak bisa berbahasa inggris dengan sempurna (banyak yang masih berbahasa indonesia), tetapi pengurus bahasa inggris marhalah Al-Sighor bersyukur anak-anak marhalah Al-Sighor sudah mulai bisa membiasakan diri berbahasa inggris.
   Beliau juga menurutkan bahwa ada beberapa kendala yang menyulitkan bahasa inggris sulit berkembang dimarhalah Al-Sighor, diantaranya adalah lingkugan sekitar marhalah Al-Sighor kurang mendukung, seperti anak-anak sudah terbiasa berbahasa jawa dikarnakan pengetahuan akan vocab-vocab bahasa inggris yang masih rendah. Sehingga pengurus bahasa inggris dimarhalah Al-Sighor tidak bisa sepenuhnya mengajak anak-anak berbahasa inggris, akhirnya pengurus bahasa inggris juga ikut berbahasa indonesia.
   Anak-anak marhalah Al-Sighor seharusnya bisa membiasakan diri memakai bahasa inggris meski-pun hal tersebut diselingi dengan bahasa indonesia, tetapi hal tersebut kebanyakan dilakukan ketika ada pengurus bahasa yang sedang daur saja, jadi bukan adanya kesadaran dari diri anak-anak tersebut dan hal tersebut yang membuat bahasa inggris sulit berkembang dimarhalah ini.
   Tapi meskipun demikian, kami sebagai pengurus bahasa inggris tetap menjaga semangat menghidupkan bahasa inggris dipondok tercinta ini, meski dalam prakteknya sering diawur (campuran), tapi itulah cita-cita romo kyai Masbuhin Faqih supaya para santri bisa berbahsa dan supaya bisa menjadi bekal kelak ketika sudah waktunya keluar dari pondok tercinta ini,amien ya robbal ‘alamin.

Don’t have great to start but we have start to be a great

Kebijakan-Kebijakan Ketua Marhalah

Buktikan, kebijakan (Titah) baru langsung dari ketua marhalah Al-Sighor, SIKAT!!!

Perlu kita ketahui bahwasanya hukum sebab-musabab berlaku didunia ini, yaitu hukum yang disebabkan oleh adanya sesuatu yang keluar dari nilai-nilai yang ada. Hal tersebut yang membuat adanya peraturan baru langsung dari ketua marhalah Al-Sighor setelah melihat kondisi anak-anak marhalah Al-Sighor yang ada.

Kebijakan-kebijakan tersebut adalah pertama, seluruh santri marhalah Al-Sighor wajib tidur pada jam 23.00 dan wajib menggunakan celana ataupun katok saat mau tidur. Kedua, untuk sholat tahajjud dilakukan secara berjama'ah dikamarnya masing-masing yang diimami oleh ketua kamarnya atau badalnya plus pengabsenan. Ketiga, wajib bagi seluruh santri marhalah Al-Sighor sesudah buyar jama'ah sholat shubuh kembali kekamarnya masing-masing, mengambil perlengkapan ngaji, berwudhu', baru menuju ke musholla. Keempat, larangan keras bagi seluruh santi marhalah Al-Sighor makan dan minum sambil berdiri dan berjalan. Semua peraturan-peraturan tersebut berkonskuensi SIKAT bagi para pelanggar.

Pertama, seperti yang kita ketahui bahwa waktu tidur pondok sekarang adalah jam 22.30 WIB, hal ini disebabkan banyaknya para santri yang tidur saat dikelas, baik madrasah formal maupun non formal sehingga waktu tidur pondok dimajukan setengah jam yang asalnya adalah jam 23.00 WIB. Untuk dimarhalah Al-Sighor Ust. M. Alamul Huda menetapkan jam 23.00 WIB sebagai waktu wajib tidur santri marhalah Al-Sighor yang mana nanti ada sebagian pengurus yang akan kilter (daur) dan menyuruh santri tidur bagi yang belum tidur dan juga mengecek santri-santri yang kedapatan tidak memakai celana atau katok untuk memakainya supaya dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan selama santri tersebut sedang tidur.

Kedua, setelah ketua marhalah mengetahui sendiri bahwa banyak anak-anak yang tidak sholat tahajjud meski awalnya telah bangun, banyak dari mereka yang langsung pergi ke musholla maupun pendopo untuk tidur kembali. Oleh karna itu Ust. M. Alamul Huda membuat kebijakan baru yang mewajibkan sholat tahajjud berjama'ah beserta pengabsenannya sehingga dapat diketahui siapa saja yang tidak hadir.  

Ketiga, seperti masalah yang kedua, banyak dari anak-anak yang setelah buyaran jama'ah sholat shubuh langsung menuju ke musholla dan tidur kembali tanpa membawa perlengkapan-perlengkapan ngajinya.

Keempat, untuk masalah ini sebenarnya sudah terLaksana akan tetapi masih belum formal, akan tetapi setelah keluarnya kebijakan ketua marhalah mengenai hal tersebut maka pemantauan akan anak-anak marhalah Al-Sighor akan lebih ditingkatkan kembali.


Kesemua kebijakan-kebijakan ini tidak ada yang memberatkan melainkan bermanfaat bagi para santri itu sendiri Dan kebijakan-kebijakan ini telah disosialisasikan kepada seluruh santri marhalah AL-Sighor dikantor Al-Sighor secara bergantian perkamar. Sehingga nanti tidak akan ada kesalahpahaman antara pengurus dan santri dalam penerapan kebijakan-kebijakan diatas.
Back To Top