Gelar Pertama untuk Marhalah Al-Sighor



Hari sabtu kemarin (22/10/2016) adalah hari santri nasional yang diperingati oleh semua santri di Indonesia. Pondok Mambaus Sholihin sendiri mengadakan sebuah karnaval sebagai wujud peringatan tersebut dengan mengundang semua pondok pesantren se-kecamatan Manyar.

Setiap marhalah di pondok ini mendapatkan temanya masing-masing, untuk marhalah Al-Sighor sendiri mendapatkan tema kebudayaan Sunda. Alhasil, seluruh pengurus dan juga santri marhalah Al-Sighor menyiapkan semua properti yang diperlukan mengenai kebudayaan Sunda tersebut.
Alhamdulillah dengan semua kerja keras dari semua elemen di marhalah Al-Sighor, marhalah Al-Sighor berhasil menyabet juara 1 lomba karnaval tersebut dan menduduki juara 2 dalam perlombaan fashion santri yang diadakan pada malam harinya. Tak lengkap rasanya sebelum perlombaan fashion santri dimulai dari pihak panitia mengumumkan hadiah pamungkas dari pada kupon undian yang berupa kipas angin berdiri. Tak disangka yang mendapatkan hadiah utama tersebut adalah salah satu santri kamar Raden Qodir Al-Jaelani marhalah Al-Sighor.
Kedua gelar tersebut merupakan gelar pertama untuk marhalah Al-Sighor dari pengurus masa khidmah 2016-2017 dikarnakan gelar tersebut adalah lomba   pondok yang sangat bergengsi dan marhalah Al-Sighor berhasil mendapatkannya.
Hal ini semakin membuktikan bahwa pengurus marhalah Al-Sighor adalah kompak dalam segala bidang, tidak hanya dalam tugas, kesenian pun diembatnya. Semoga gelar pertama ini dapat menjadi motivasi untuk semua pengurus marhalah Al-Sighor untuk memberikan yang terbaik bagi marhalah Al-Sighor meski kita sendiri tidak mendapatkan apa-apa (balasan). Ingat menjadikan masa pengabdian yang baik dan berkesan adalah lebih penting dari pada meminta balasan pada saat ini, karna kesan yang baik adalah kesan yang dapat bertahan sampai kapanpun.


Perbarui Persenjataan untuk Kebersihan yang Lebih Baik

Bagaikan perang, menjaga kebersihan pun butuh perjuangan yang lebih.

Jangan pernah menganggap remeh menjaga kebersihan, apalagi itu di pondok yang notabenenya para santrinya berlatar-belakang yang berbeda. Ada yang suka membuang sampah pada tempat maupun sebaliknya, ada yang cinta bersih mauoun sebaliknya dan lain sebagainya.
   
Departemen kebersihan adalah yang bertanggung jawab atas kebersihan di pondok ini. Seperti halnya departemen-departemen yang lainnya, departemen kebersihan pun mempunyai kendala yang sama beratnya yakni membiasakan para santri bagaimana caranya dapat menjaga kebersihan. Tidak mudah memang, dengan pengurus kebersihan yang dapat dihitung dengan jari melawan ribuan santri. Sulitkan?
    
Marhalah Al-sighor yang tidak mendapatkan jatah tempat sampah baru dari departemen kebersihan pusat begitu juga dengan marhalah-marhalah lainnya telah membeli 6 buah tempat sampah baru untuk menggantikan tempat sampah lama yang sudah tidak layak pakai. 1 perbuahnya adalah sekitar 70 ribuan sehingga tinggal dikalikan 6 saja berapa?
    
Dengan adanya tempat sampah baru ini yang mana masih dalam tahap penyepetan (tanda) di kantor marhalah Al-Sighor diharapkan bisa memaksimalkan dalam hal menampung sampah-sampah kamar sebelum akhirnya diangkut ke dalam gerobak sampah untuk dibuang ke tempat pembuangan sampah di belakang pondok putri.
    
Harapan dari departemen kebersihan pastinya semoga tempat sampah baru ini bisa awet nantinya dan dapat memaksimalkan dari pada kinerja pengurus kebersihan di marhalah Al-Sighor. (tj).


Jatah Makan Spesial

1 nasi bungkus untuk semua.

Pernikahan Gus Naim dengan Neng Khodijah berjalan dengan meriah, semuanya saling bahu-membahu mengsukseskan acara pernikahan ini, begitu juga dengan para santri, saat acara pernikahan berlangsung mereka dilarang berkeliaran di luar kamar dan wajib menggunakan baju ataupun kemeja yang sopan. Bukan itu saja, untuk urusan makan pun para santri mendapatkan perhatian khusus supaya nantinya saat makan (siang) para santri tidak antri seperti biasanya sehingga dapat mengganggu berjalannya acara pernikahan ini. 

Para santri mendapatkan jatah 1 nasi bungkus yang mana harus diambil oleh perwakilan anak kamarnya karna tidak ada yang mengantarkan. Hal ini sungguh spesial karna para santri tidak usah mengantri lagi untuk makan siangnya, tapi disayangkan hal ini hanya berlaku saat acara pernikahan berlangsung saja dan untuk seterusnya berjalan seperti biasanya, yakni antri rek!, suatu adat istiadat para santri sejak dulu kala sampai sekarang. (tj).

 

 

Dekor Panggung Marhalah Al-Sighor

Kebanggaan tersendiri bagi marhalah Al-Sighor khsususnya si pembuat

     Kemarin (01/10/16) saat acara berlangsungnya pernikahan antara Gus Naim dengan Neng Khodijah berjalan seperti halnya pernikahan pada umumnya, cuma saja ada 1 properti dalam pernikahan tersebut  yang membuat Al-faqir gaga; fokus kepada properti yang lain, yakni dekor panggung yang digunakan. Dekor panggung tersebut serasa tidak asing di dalam pikiran Al-faqir karna perasaan Al-faqir pernah melihat dan bahkan pernah membantu si pembuat dekor panggung ini. Dan memang betul karna dekor panggung ini adalah milik marhalah Al-Sighor yang dipinjam bagian dekdor acara pernikahan Gus Naim dengan Neng Khodijah. Dekor ini dibuat oleh pengurus harian tahun 2015-2016 khususnya Ust. Ismael (kamar UBA sekarang) untuk digunakan dalam acara “malam perpisahan santri” pada akhir tahun kemarin. Seperti yang dilansir kemarin (01/10) sebelum acara pernikahan dimulai, beliau sangat senang dan bangga karna dekor panggung buatannya bisa digunakan pada acara pernikahan Gus Naim dengan Neng Khodijah. (tj).

Icon Baru Marhalah Al-Sighor

Icon Baru Marhalah Al-Sighor

Tidak ada 14-15 ataupun 15-16, poko’e kanggo riko Al-Sighor

Dengan terselesaikannya proyek ambisius ini (kolam), maka bertambahlah keindahan marhalah Al-Sighor yang mana patut dibanggakan oleh khususnya yang bermukim dimarhalah Al-Sighor. Ust. Dimy saat diwawancari oleh perwakilan reporter koran Duta Al-Sighor mengatakan bahwasanya ide pembuatan kolam ini adalah dari departemen kebersihan atau yang biasa disebut tandif dan bekerjasama dengan tim kreatif dari pondok (Boldek; bolo dekor) supaya mempercantik marhalah Al-Sighor dan bisa bersaing dengan lainnya.
  
Tujuan awal pembuatan kolam ini ialah agar marahalah Al-Sighor menjadi lebih indah, menghilangkan rasa jenuh ketika melihat ikan, tumbuhan dan juga bunga warna-warni.
  
Tapi ada beberapa insiden kecil yang terjadi selepas selesainya pembuatan kolam ini, saat sudah ada beberapa ikan didalam kolam tersebut yang mana hasil dari donasi anak-anak marhalah Al-Sighor sendiri yang dengan suka rela membeli ikan untuk kolam baru tersebut, mendadak mati semua  yang mana diprediksi oleh Ust. Dimy dikarnakan kurangnya oksigen didalam air kolam, air cepat keruh karena tidak adanya penyaring dan terkena panas sinar matahari yang mana kemudian menyebabkan kolam cepat berlumut.
  
Oleh karna itu, sekarang didalam kolam Al-Sighor terdapat tumbuhan yang diharapkan dapat memberi sedikit tambahan oksigen ke dalam air sehingga ikan-ikan dapat menjadi sehat dan tidak gampang mati dan juga sebagai tempat ikan bermain dan berteduh dari panasnya sinar matahari kota gresik.
  
Sekarang, kolam Al-Sighor sudah direvisi dan ikannya sudah ada lagi yang mana dari sumbangan departemen kebersihan, proposal pengurus harian marhalah dan juga dari sumbangan anak-anak marhalah Al-Sighor
  
Tugas terakhir dari marhalah Al-Sighor khususnya pengurus tandif marhalah Al-Sighor adalah menjaga dan merawat kolam tersebut sehingga bisa awet untuk tahun depan dan juga tahun-tahun berikutnya. Supaya bisa menjadi nyata, maka sebaiknya dalam kolam tersebut tidak ada label yang mengikutinya, seperti masa khidmah 14-15 ataupun masa khidmah 15-16. Karna jikalau halini terjadi, jangan harapkan kolam tersebut bisa bertahan lama karna pasti setelah berganti roda kepengurusan lagi maka kolam tersebut tidak akan dijaga dan dirawat karna pikiran pengurusnya adalah “kolam itu kan bukan masa khidmah saya, kenapa saya harus menjaga dan merawatnya?”. Jadi hilangkan semua label itu dan jadikan pembuatan kolam ini sebagai usaha kita untuk memberikan yang terbaik untuk marahalh Al-Sighor khususnya dan umumnya untuk mempercantik pondok pesantren Mambaus Sholihin ini.

Papan Nama Marhalah Al-Sighor

Proyek besar lain yang didambakan oleh ketua marhalah Al-Sighor saat ini.

     Pada akhir-akhir ini, marhalah Al-Sighor disibukkan dengan berbagai macam proyek besar-besaran diantaranya adalah Ngecat Marhalah (selesai), mading koran (selesai), pamfletisasi (selesai), pembuatan kolam (otw), papan nama marhalah Al-Sighor (otw). Ini semua adalah bentuk nyata yang dilakukan oleh jajaran pengurus Al-Sighor dalam memperindah marhalah Al-Sighor sehingga bisa menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. 
      Papan nama marhalah Al-Sighor ini adalah salah satu dari sekian banyak kesibukan pengurus harian marhalah Al-Sighor yang mana ketua marhalah Al-Sighor Ust. Alamul Huda menginginkan agar tembok yang ada didepan marhalah Al-Sighor (tembok didepan tempat wudhu’) itu bisa dimaksimalkan jangan sampai kosong terabaikan seperti sebelumnya. Bukan itu saja (papan nama) beliau juga akan membangun taman dibawahnya yang mana pada saat ini luas taman akan bertambah dari ukuran sebelumnya, yakni ketambahan setengan lingkaran kecil yang ada ditengah-tengah taman dibawah papan nama tersebut. Sehingga diharapkan dengan adanya papan nama dan juga taman dibawahnya, marhalah Al-Sighor bisa maksimal dalam keindahannya dan hal ini juga bisa berpengaruh terhadap calon-calon santri baru yang mana akan menempati marhalah Al-Sighor selama 1 tahun yang akan datang (supaya cepat betah dan tidak boyang-boyong).




Step By Step, Cepat Tapi Pasti

Dari lahan kosong terbengkalai menjadi tempat (calon) primadona marhalah.
  
      Sekitar 2 mingguan proses pembuatan kolam baru marhalah Al-Sighor ini berlangsung. Meski dengan peralatan apa adanya proses pembuatan kolam baru marhalah Al-Sighor ini tetap berjalan. Pada hari ini (02/03) para insinyur  mulai mengecet kolam tersebut, mereka adalah Ust. Dimy, Ust. Lubab dan  Ust. Zaka. Selain itu para pengurus tandhif marhalah Al-Sighor biasanya membantu proses pembuatan kolam tersebut.
   Pada tahap pengecetan ini, kolam baru marhalah Al-Sighor mulai tampak bentuk dan keindahannya, kami (Duta Al-Sighor) begitu heran, kok bisa santri bisa membuat suatu karya yang seperti ini bagusnya, padahal mereka tidak pernah mempelajarinya dipondok (tidak ada pelajaran tukang-menukang). Dari manakah ilmu yang mereka dapatkan?. Sungguh luar biasa jiakalau para santri seluruhnya bisa seperti ini, belajar otodidak tanpa adanya guru. Akan tetapi untuk masalah pelajaran agama harus ada gurunya supaya kita tidak tersesat oleh apa yang kita buat sendiri, jika ada gurunya, beliau bisa mengarahkan kita supaya tidak sesat dan menyesatkan. Lain masalahnya kalau ilmu dunia ini seperti halnya ilmu tukang, kita bisa mempelajarinya dengan cara melihat saja, melihat bagaimana tukang asli membangun sesuatu atau melalukan sesuatu kemudian kita praktekan.
     Nanti dengan adanya kolam ini, marhalah Al-Sighor akan mempunyai suatu objek penyegaran penak pikiran dari segala aktifitas dipondok baik santri maupun pengurus, sehingga bisa fresh kembali untuk melanjutkan rutinitas pondokyang begitu padat. Semoga kolam ini bisa bermanfaat untuk seluruhnya khususnya bagi penduduk marhalah Al-Sighor, Amien yarobbal ‘alamin.





Mega Proyek Pembangunan Nature Aquarium

Proyek yang sangat ambisius dari pengurus tandhif marhalah Al-Sighor

   Belakangan ini dimarhalah Al-Sighor tanpak ada yang berbeda, selain warna catnya berbeda ada pemandangan lain yang menumbuhkan rasa penasaran tingkat tinggi, yakni pembangunan Nature Aquarium (akuarium alami) yang dimotori oleh para pengurus tandhif marhalah Al-Sighor yang terletak dipinggir tangga sebelah barat menuju marhalah Al-Sighor.
   Bahasa gaulnya Nature Aquarium adalah akuarium alami atau kolam ikan. Menurut Ust. Nasta’in saat sedang diwawancarai (16/02) oleh reporter koran Duta Al-Sighor, mengatakan bahwa para pengurus marhalah Al-Sighor khususnya pengurus tandhif ingin agar supaya marhalah Al-Sighor mempunyai suatu objek wisata mata untuk melepas penak dan lelah baik pengurus maupun santri, intinya marhalah Al-Sighor harus mempunyai pemandangan yang indah, dan pemandangan yang indah yang paling cocok dengan tata letak marhalah Al-Sighor adalah Nature Aquarium (akuarium alami).
   Beliau menambahkan bahwasanya pencetus pertama kali pembuatan kolam tersebut Ust. Dimyati yang mana pada tahun kemarin bersama Ust. Zuhdi telah membangun kolam pertama mereka di depan marhalah Al-Sighor yang pada saat ini kondisinya sudah tidak bisa diperbaiki lagi dikarnakan banyaknya kendala-kendala yang mencegah untuk diadakannya renovasi kembali. Sehingga Ust. Dimyati bersama pengurus pengabdian tandhif marhalah AL-Sighor tahun berinisiatif untuk membuat lagi kolam dengan tempat yang berbeda dan ditetapkan lokasi pembangunan kolam tersebut adalah dibarat tangga menuju marhalah Al-Sighor.
   Lokasi tersebut dinilai sangat strategis (cocok, red) dikarnakan ada disamping tangga yang menjadi pintu masuknya marhalah Al-Sighor sehingga bisa menjadi pemandangan pertama bagi siapa saja yang ingin masuk ke marhalah Al-SIghor, baik itu pengurus, santri maupun para wali santri yang berniat untuk menyambangi anak- anaknya.
   Untuk masalah dana, Ust. Nasta’in mengatakan bahwa akan menggunakan sebagian dari uang hasil 
tandhif dan juga akan meminta dari keuangan marhalah Al-Sighor sendiri. Untuk masalah tenaga, tidak usah dipikirkan karna kami yakin para pengurus-pengurus marhalah Al-Sighor akan membantu kami dengan senang hati baik itu segi dari tenaga, doa dan konsumsi.
   Satu ungkapan keluar dari mulut beliau “Menjaga lebih sulit dari pada memperbaharui”. Karna kami bisa memperbaharui apapun yang kami kehendaki akan tetapi untuk menjaganya agar awet itu sangat sulit sekali. Makanya beliau berpesan kepada seluruh santri Al-Sighor untuk bisa menjaga dan merawat kolam ini nanti saat rampung pembangunannya. Kalau bisa, bisa awet sampai waktu yang lama sehingga bisa digunakan sebagai kenang-kenangan kami sebagai pengurus tandhif marhalah Al-Sighor khususnya dan seluruh pengurus marhalah Al-Sighor pada umumnya dimasa pengabdian 2015-2016 ini.
   Terakhirnya, beliau berpesan kepada seluruh santri marhalah Al-Sighor agar supaya tidak lelah dalam menjaga kebersihan dan keindahan marhalah Al-Sighor karna hal tersebut bisa menjadi cerminan orang yang menempati tempat tersebut. Jikalau selalu bersih dan rapi maka bisa dipastikan orang yang menempati tempat tersebut tergolong orang-orang yang rajin dan mempunyai semangat hidup tinggi, jikalau tidak maka sebaliknya. Apalagi ada hadits nabi yang berbunyi “Kebersihan adalah sebagian dari iman”, maka barang siapa yang tidak menjaga kebersihan maka harus dipertanyakan status keimanannya.




Maulid Diba’ Marhalah Al-Sighor

Pertama dimarahalah Al-Sighor pada masa pengabdian 2015-2016

   Jum’at lalu (19/02), pengurus departemen minat dan bakat marhalah Al-Sighor bekerja sama dengan PH marhalah Al-Sighor mengadakan mauliddiba’ yang bertempat didalam kantor marhalah Al-Sighor yang dimulai setelah beberapa saat selesainya exhebition bahasa inggris.
   Acara tersebut adalah salah satu program kerja dari pengurus minat dan bakat marhalah Al-Sighor yang yang baru kali ini terlaksana, sehingga ketua marhalah Al-Sighor berinisiatif untuk mengabadikan acara tersebut dengan cara merekam menggunakan kamera selain difoto juga.
   Acara maulid diba’ ini diakhiri dengan makan-makan bersama baik santri yang hadir sebagai perwakilan per-kamar maupun pengurus yang telah datang untuk mengikuti acara maulid diba’ tersebut, sehingga pada akhirnya perutpun menjadi kenyang maka hatipun ikut-ikutan senang.


Bahasa Di Marhalah Al-Sighor

Bahasa Di Marhalah Al-Sighor

Wawancara bersama pengurus bahasa arab

   Kemarin (15/02), reporter koran Duta Al-Sighor memewancarai salah satu pengurus bahasa  arab marhalah Al-Sighor yang bernama Ust. Abil. Beliau mengatakan bahwa keadaan bahasa arab dimarhalah Al-Sighor saat ini lumayan baik dan insya Allah akan sedikit demi sedikit bertambah baiknya.
   Salah satu cara untuk mengembangkan bahasa arab dimarhalah Al-Sighor adalah dengan mencari santri-santri yang memiliki bakat-bakat terpendam tentang bahasa arab, karna jikalau santri-santri tersebut kemudian didik dengan khusus dan bisa mengamalkan apa yang telah diajarkan padanya, insya Allah santri-santri lainnya akan lama-kelamaan akan terbuka hatinya untuk mencoba mengenal lebih jauh lagi bahasa arab dikarnakan melihat temannya yang telah mendapatkan didikan khusus tadi sehingga ingin menirunya, insya Allah.
   Akan tetapi hal tersebut tidak akan menjadi maksimal jikalau tidak ada kerjasama dengan seluruh pengurus marhalah supaya juga sedikit-sedikit memakai bahasa sesuai dengan minggu bahasanya. Sehingga terbentuk nuansa ke-arab-an yang dapat memunculkan poin positif untuk keseluruhan santri
sehingga tergugah untuk mencoba berbahasa khususnya bahasa arab.
   Sedikit penggugah semangat berbahasa arab dari Ust. Abil, pelajarilah bahasa arab kemudian praktekanlah, supaya selalu membekas dikepala sehingga tidak akan lupa. Dan ingat, kitab yang kita pelajari dipondok ini menggunakan bahasa arab, Al-qur’an yang kita baca setiap hari menggunakan bahasa arab dan terakhir, ingat dan selalu ingatlah bahwasanya nanti saat kita berkumpul disurga (amien..) Kita akan menggunakan bahasa arab. Jadi jangan berfikir dua kali untuk mempelajari bahasa arab, oke!.

Wawancara bersama pengurus bahasa inggris

   Menurut Ust. Fuad saat diwancarai oleh reporter Duta Al-Sighor (16/02), semua kegiatan berbahasa dimarhalah Al-Sighor berjalan dengan lancar, meskipun kebanyakan anak-anak marhalah Al-Sighor tidak bisa berbahasa inggris dengan sempurna (banyak yang masih berbahasa indonesia), tetapi pengurus bahasa inggris marhalah Al-Sighor bersyukur anak-anak marhalah Al-Sighor sudah mulai bisa membiasakan diri berbahasa inggris.
   Beliau juga menurutkan bahwa ada beberapa kendala yang menyulitkan bahasa inggris sulit berkembang dimarhalah Al-Sighor, diantaranya adalah lingkugan sekitar marhalah Al-Sighor kurang mendukung, seperti anak-anak sudah terbiasa berbahasa jawa dikarnakan pengetahuan akan vocab-vocab bahasa inggris yang masih rendah. Sehingga pengurus bahasa inggris dimarhalah Al-Sighor tidak bisa sepenuhnya mengajak anak-anak berbahasa inggris, akhirnya pengurus bahasa inggris juga ikut berbahasa indonesia.
   Anak-anak marhalah Al-Sighor seharusnya bisa membiasakan diri memakai bahasa inggris meski-pun hal tersebut diselingi dengan bahasa indonesia, tetapi hal tersebut kebanyakan dilakukan ketika ada pengurus bahasa yang sedang daur saja, jadi bukan adanya kesadaran dari diri anak-anak tersebut dan hal tersebut yang membuat bahasa inggris sulit berkembang dimarhalah ini.
   Tapi meskipun demikian, kami sebagai pengurus bahasa inggris tetap menjaga semangat menghidupkan bahasa inggris dipondok tercinta ini, meski dalam prakteknya sering diawur (campuran), tapi itulah cita-cita romo kyai Masbuhin Faqih supaya para santri bisa berbahsa dan supaya bisa menjadi bekal kelak ketika sudah waktunya keluar dari pondok tercinta ini,amien ya robbal ‘alamin.

Don’t have great to start but we have start to be a great

Kebijakan-Kebijakan Ketua Marhalah

Buktikan, kebijakan (Titah) baru langsung dari ketua marhalah Al-Sighor, SIKAT!!!

Perlu kita ketahui bahwasanya hukum sebab-musabab berlaku didunia ini, yaitu hukum yang disebabkan oleh adanya sesuatu yang keluar dari nilai-nilai yang ada. Hal tersebut yang membuat adanya peraturan baru langsung dari ketua marhalah Al-Sighor setelah melihat kondisi anak-anak marhalah Al-Sighor yang ada.

Kebijakan-kebijakan tersebut adalah pertama, seluruh santri marhalah Al-Sighor wajib tidur pada jam 23.00 dan wajib menggunakan celana ataupun katok saat mau tidur. Kedua, untuk sholat tahajjud dilakukan secara berjama'ah dikamarnya masing-masing yang diimami oleh ketua kamarnya atau badalnya plus pengabsenan. Ketiga, wajib bagi seluruh santri marhalah Al-Sighor sesudah buyar jama'ah sholat shubuh kembali kekamarnya masing-masing, mengambil perlengkapan ngaji, berwudhu', baru menuju ke musholla. Keempat, larangan keras bagi seluruh santi marhalah Al-Sighor makan dan minum sambil berdiri dan berjalan. Semua peraturan-peraturan tersebut berkonskuensi SIKAT bagi para pelanggar.

Pertama, seperti yang kita ketahui bahwa waktu tidur pondok sekarang adalah jam 22.30 WIB, hal ini disebabkan banyaknya para santri yang tidur saat dikelas, baik madrasah formal maupun non formal sehingga waktu tidur pondok dimajukan setengah jam yang asalnya adalah jam 23.00 WIB. Untuk dimarhalah Al-Sighor Ust. M. Alamul Huda menetapkan jam 23.00 WIB sebagai waktu wajib tidur santri marhalah Al-Sighor yang mana nanti ada sebagian pengurus yang akan kilter (daur) dan menyuruh santri tidur bagi yang belum tidur dan juga mengecek santri-santri yang kedapatan tidak memakai celana atau katok untuk memakainya supaya dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan selama santri tersebut sedang tidur.

Kedua, setelah ketua marhalah mengetahui sendiri bahwa banyak anak-anak yang tidak sholat tahajjud meski awalnya telah bangun, banyak dari mereka yang langsung pergi ke musholla maupun pendopo untuk tidur kembali. Oleh karna itu Ust. M. Alamul Huda membuat kebijakan baru yang mewajibkan sholat tahajjud berjama'ah beserta pengabsenannya sehingga dapat diketahui siapa saja yang tidak hadir.  

Ketiga, seperti masalah yang kedua, banyak dari anak-anak yang setelah buyaran jama'ah sholat shubuh langsung menuju ke musholla dan tidur kembali tanpa membawa perlengkapan-perlengkapan ngajinya.

Keempat, untuk masalah ini sebenarnya sudah terLaksana akan tetapi masih belum formal, akan tetapi setelah keluarnya kebijakan ketua marhalah mengenai hal tersebut maka pemantauan akan anak-anak marhalah Al-Sighor akan lebih ditingkatkan kembali.


Kesemua kebijakan-kebijakan ini tidak ada yang memberatkan melainkan bermanfaat bagi para santri itu sendiri Dan kebijakan-kebijakan ini telah disosialisasikan kepada seluruh santri marhalah AL-Sighor dikantor Al-Sighor secara bergantian perkamar. Sehingga nanti tidak akan ada kesalahpahaman antara pengurus dan santri dalam penerapan kebijakan-kebijakan diatas.

Talkshow Live In Sighor

Kembalikan kembali niat pengabdian yang suci dan semangat belajar santri

Kemarin (12/01) Marhalah Al-Sighor mengadakan  kegiatan Talkshow yang perdana pada masa pengabdian 2015-2016 ini, seluruh santri dan juga pengurus berkumpul dimushollah akbar lantai I untuk saling mengemukakan pendapat-pendapat yang ada tentang permasalahan-permasalahan yang terjadi didalam Marhalah Al-Sighor dalam kurun waktu setengah tahun dalam masa khidmah 2015-2016 ini.

Kegiatan ini juga membantu para santri marhalah Al-Sighor untuk berani menyampaikan pendapat-pendapatnya didepan para pengurus dan teman-temannya, dikarnakan apapun yang ada dimarhalah, pasti para santri yang lebih mengetahui kondisi sebenarnya sehingga apabila para santri berani mengemukakan pendapat, saran serta kritikan yang membangun akan membantu secara signifikan kepada para pengurus marhalah Al-Sighor untuk meningkatkan maupun memperbaiki apa saja yang dirasa kurang dalam setengah masa khidmah 2015-2016 ini.

Pada Kegiatan Talkshow tersebut, para santri yang diberikan kesempatan untuk belajar berbicara, mengkritisi tentang keaktifan para pengurus dalam kegiatan- kegiatan marhal ah yang ada. Seperti ngaji shubuh dan jama’ah sholat maghrib, isya’ dan shubuh di pendopo. Mereka bertanya mengapa saat ngaji shubuh banyak pengurus yang tidak hadir dan mengapa saat jama’ah sholat maghrib, isya’ dan shubuh di pendopo pengurus yang ada cuma itu-itu saja.

Selain masalah diatas, para santri juga mengkritisi tentang bahasa di marhalah yang mana masih banyak para santri dan bahkan pengurus yang tidak memakai bahasa resmi (arab/inggris, red).

Sesungguhnya masih banyak yang akan dipertanyakan dalam kegiatan Talkshow ini, berhubung waktunya yang hanya 1 jam sehingga kegiatan ini tidak berjalan secara maksimal karna anak-anak juga harus bersiap-siap untuk sekolahnya. Untuk mengatasi hal tersebut dari pihak marhalah membuat suatu blangko kritik dan saran yang disebarkan kepada setiap kamar agar supaya semua santri marhalah Al-Sighor bisa memberikan kritikan dan saran yang dapat dibuat bahan evaluasi bagi para pengurus marhalah Al-Sighor dalam mengarungi setengah tahun masa khidmah 2015-2016 ini.








Review Sebelum Liburan Di Marhalah Al-Sighor

Memang sudah menjadi kebiasan bagi santri-santri pondok pesantren Mambaus Sholihin ketika menjelang liburan pasti mengemasi barang-barang yang mereka punya, entah itu mau dibawa pulang karna sudah tidak dipakai ataupun mau dipakai dirumah saat liburan dan lain sebagainya, khususnya di marhalah Al-Sighor yang didomisili oleh santri-santri baru kelas 1 Tsanawiyah, dari pantauan Duta Al-Sighor baru H-3 sampai H-4 santri marhalah Al-Sighor mulai mengemasi barang-barang mereka dan puncaknya pada H-0 semuanya telah siap pulang dengan tas-tas dan kardus-kardus bertalikan raffia tertata tidak beraturan disetiap kamar. Hal tersebut membuat kondisi kamar menjadi berantakan 100% terbalik dari kondisi pada hari-hari biasanya yang tertata rapi yang membuat betah penghuni kamarnya.

Setelah serangkaian kegiatan yang diadakan untuk menutup kegiatan marhalah Al-Sighor tahun 2015, mulai dari sholat tahajjud berjamaah di mushollah akbar, sholat shubuh berjamaah dipendopo, tasrifan dan nadloman, pembagian hadiah, sholat dhuha berjamaah, mushofahah dan terakhir foto bersama seluruh santri dan pengurus marhalah Al-Sighor, tidak membuatmereka lelah dan letih meski sebagian dari mereka harus merelakan tidak mengambil jatah makan pagi harinya, semuanya telah larut dalam mataforgana dirumah dan sekitarnya, intinya adalah dang cepet mole, ojo kesuwen.








Foto setiap kamar dihalaman pertama menunjukkan kebahagian mereka semua tanpa ada raut muka kesusahan, mereka bagitu senang dan bahagian ketika Duta Al-Sighor memberi kesempatan bagi yang masih hidup (tidak tidur) untuk berfoto bersama teman kamarnya sebagai dokumentasi marhalah Al-Sighor. Melihat foto mereka membuat Duta Al-Sighor ikut bahagia yang membuat pikiran dipondok terformat dan terganti oleh indahnya liburan yang akan dijalani nanti. 
Menyambut Kedatangan Para Santri Marhalah Al-Sighor Setelah Masa Liburan Maulid Nabi Muhammad S.A.W

Menyambut Kedatangan Para Santri Marhalah Al-Sighor Setelah Masa Liburan Maulid Nabi Muhammad S.A.W

Sejak tanggal 20 desember 2015, para santri Mambaus Sholihin mulai berbondong-bondong meninggalkan pondok tercinta ini untuk menjalani masa liburan mereka yang bertepatan dengan maulidnya nabi Muhammad S.A.W. Begitu juga dengan marhalah Al-Sighor yang nota-benenya adalah tempat para santri baru kelas 1 Tsanawiyah bermukim dan mengembangkan keilmuannya.

Selama masa liburan berlangsung, bisa dikatakan pondok menjadi sepi tanpa adanya santri, akan tetapi ada diantara teman kita dari marhalah yang lain yang ternyata tidak bisa pulang saat masa liburan berlangsung dikarnakan memang mereka berasal dari daerah yang jauh (luar jawa), begitu pula di marhalah Al-Sighor, ada kurang lebih 2-3 anak yang tidak dapat mencicipi manisnya masa liburan pondok, akan tetapi kami yakin diatas suatu penderitaan pasti akan ada hikmahnya, percayalah!.

Tapi sekarang pada tanggal 03 januari 2016, semuanya melakukan kebalikan atas apa yang telah semuanya lakukan, yakni berbondong-bondong kembali ke pondok tercinta ini Mambaus Sholihin, sehingga kondisi yang mana pondok sangat sepi menjadi bak pasar kaget yang tanpa disadari sudah ada. Begitu juga dengan marhalah Al-Sighor, kini marhalah Al-Sighor bisa tersenyum kembali menyambut para penghuninya kembali dari masa liburan pondok. Ia sangat merindukan kamar-kamarnya dibuat mengaji, belajar, sholat dhuha, sholat tahajjud, tidur dan sebagainya oleh para santri yang menempati setiap kamar yang ada didalamnya (marhalah Al-Sighor).


Semoga dengan kembalinya para santri khususnya santri marhalah Al-Sighor juga menjadi pertanda kembalinya juga semangat dan tekad mereka semua dalam mencari ilmunya Allah S.W.T, sehingga bisa lebih giat dan semangat lagi dalam memilah-milih ilmu-ilmu yang bertebaran dipondok Mambaus Sholihin ini. Amien... 

Renungan Malam Sebelum Liburan

Kamar UBK saat prosesi renungan malam


Sebelum pulang, ketua komplek Al-Sighor mencoba untuk mengkondisionalkan spikologi anak-anak komplek Al-Sighor dengan cara memberikan sebuah renungan malam.

Renungan malam ini dimulai sejak hari senin malam dengan kamar Rqj, disusul pada selasa malamnya dengan kamar Bhn, Ubk dan Abs, terakhir adalah kamar Ali dan Uba (entah kapan).

Bisa dikatakan semua anak-anak meresapi apa yang dikatakan oleh Ust. Alamul Huda, dengan menangis terseduh-seduh sampai menangis menjadi-jadi, itu semua karna mereka meresapi setiap kata yang terlontar dari beliau. BeliauUst. Alamul Huda mengingatkan kepada anak-anak tentang perjuangan seorang ayah dan ibu dalam menghidupi anaknya, jangan sampai kita disini malah enak-enakan diatas keringat orangtua kita sendiri.

Tapi semua air mata yang menetes saat renungan malam itu takkan menjadi apa-apa selagi tingkah laku kita tiada perubahan.

Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa indikator keberhasilan renungan malam ini adalah berubahnya tingkah laku anak-anak sesudah renungan malam, kita doakan berhasil. Amien.

   

Moment Akhir Tahun 2015: Gelap-Gulita Tetap Semangat Dan Kompak

Kamar ABS

Kamar UBK

Kamar UBA

Kamar ALI

kamar BHN

Kamar RQJ



Senin malam (14/12), disaat pondok mengalami pemadaman listrik, semua kegiatan yang pelaksanaannya tepat saat itu menjadi kacau dikarnakan semua kegiatan tersebut membut-uhkan apa yang namanya pencahayaan dari lampu, sehingga apabla listrik padam, maka lampupun ikut padam.
  
Lain halnya dikomplek Al-Sighor, disaat semua kegiatan menjadi kacau, komplek Al-Sighor memberi kebebasan kepada se-tiap kamar untuk mengadakan kegiatan yang mereka mau. Seperti contoh kita mulai dari kamar yang terkenal dengan julukan kaker mania (rqj), kamar ini mengadakan kegiatan nadhoman dengan peralatan apa adanya, begitu juga dengan kamar Bleazer Community (bhn) dan Kamar CJDW (abs), mereka bertiga membuat suasana komplek al-Sighor yang gelap-gulita menjadi pasar dadakan. 
  
Largie Community (uba) tidak mau kalah dengan kamar ketiga tersebut, mereka mengko laborasikan
suara-suara nadhoman dengan sholawatan yang mereka adakan saat listrik padam, sehingga menambah suasana pasar dadakan menjadi-jadi.

Lain halnya dengan kamar Al-Faruq dan Alloney Castle, mereka berdua tidak mengadakan kegiatan yang berkaitan dengan suara yang keras.
  
Kamar Al-Faruq yang dinahkodai saat itu oleh Ust. Faiz dan Ust. Affan mencoba untuk mengarungi lautan suara keramaian dari kamar-kamar lainnya (Rqj, Bhn dan Abs) dengan mengadakan renungan yang mana bertujuan untuk mengingatkan para anak kapalnya kamarnya dengan tujuan mereka mondok. Akan tetapi akibat dikepung oleh 2 kamar (Abs dan Uba) yang sama-sama meramaikan lautan kegelapan dikomplek Al-Sighor, membuat haluan kapal kamar berubah 100% menjadi Group 
sholawatan yang menandingi kamar Largie Community (uba) sehingga 5 dari 6 kamar dikomplek Al-Sighor menyumbangkan keramaian yang mereka buat sehingga suasana gelap-gulita menjadi tidak 
terasa.
  
Kamar Alloney Castle 360% berbeda dengan kamar lain, disaat yang lainnya ngamuk gaduh, kamar Alloney Castle malah makan roti bersama sehingga mereka menjadi senang, kamar yang lainnya menjadi merana kelaparan.
  
Meski setiap kamar mengadakan kegiatan sendiri-sendiri, kegiatan-kegiatan tersebut berjalan dengan lancar tanpa ada masalah yang berarti.

Al-Sighor Bertabur Bintang


Kemarin hari rabu malam (16/12), lembaga pendidikan diniyah baik diniyah ula dan diniyah wustho mengadakan acara penganuhgrahan para bintang kelas dan siswa berprestasi dimushollah akbar yang dihadiri oleh segenap jajaran para asatidz.

Acara diawali dengan pembukaan, disusul qiroatul qur’an, sholawat bil qiy-am, sambutan, penganuhgrahan hadiah dan penutup.

Dalam acara penganugrahan bintang kelas, santri Al-Sighor berhasil memperoleh 7 dari 9 piala bintang kelas. Mereka adalah Minhajul Abidin (Abs) dari kelas 1A, M. Arsyad Zaman Syari (Ubk) dari kelas 1D, Rahmatillah (Uba) dari kelas 1E, A. Maulana Haris Ardliyansyah (Ubk) dariKelas 1F, Salman Alfarisi (Abs) dari kelas 1G, M. Muhaimin (Abs) dari kelas 1H, dan terakhir Abdullah Lutfi Surur (Abs) dari kelas 1I, untuk kelas 1B diraih oleh Bahrul Darojat (Mjd) dan kelas 1C diraih oleh A. Maulana Agil Al-Kamil (Mjd).

Kemudian berpindah ke acara siswa berprestasi, disini ada 2 kategori yang pertama untuk madrasah diniyah ula dan yang kedua untuk madrasah diniyah wustho. Untuk madrasah diniyah ula, siswa berprestasinya diraih oleh saudara Minhajul Abidin (Abs) dari kelas 1A. Dengan begitu saudara Minhajul Abidin memperoleh 2 piala penghargaan yang mana hal tersebut menjadi nilai tersendiri bagi dirinya. Bisa dibayangkan betapa senang dan bahagia kedua orangtuanya nanti saat mengetahui prestasi yang telah diraih oleh anaknya dan juga semua penghargaan yang diterima oleh santri-santri komplek Al-Sighor adalah sebagai bukti bahwa bimbingan pembelajaran di komplek Al-Sighor bisa dikatakan sukses yang tidak lain juga karna para pengurus kamar yang dengan sabar mengopeni santri-satrinya dengan ikhlas dan sabar. Ingat! Man Jadda Wa Jadda.



Melirik Keseharian Santri Komplek Al-Sighor Dalam Kurun Waktu Setengah Tahun

Prosentase Keseharian Santri Al-Sighor


Pada umumnya, para santri di pondok pesantren mambaus sholihin mengisi waktu luangnya dengan tidur belajar buku-buku maupun kitab-kitab yang menjadi bahan belajar di sekolah formal maupun non formal, akan tetapi suasana belajar tersebut hanya terjadi saat ujian saja. Bagaimana tidak? Disaat masa-masa ujian mereka semua bergotong-royong belajar bersama, entah itu di mushollah, kamar,  kamar mandi maupun di tempat-tempat lainnya. Ada yang belajar bersama wali kelasnya, pengurus kamarnya, kakak-kakak'annya dan lain sebagainya. Tapi ingat hal tersebut hanya terjadi saat musim hujan  ujian.

Memang kelihatan miris sekali, dimana tempat kita berada pada saat ini adalah tempatnya ilmu-ilmu terutama ilmu agama, tapi mana usaha kita untuk mendapatkannya? Seolah-olah kita itu mau mati karna kelaparan, padahal disamping kita ada banyak sekali rumput makanan. Seperti itulah perumpamaan yang sesuai dengan kondisi kita saat ini.

Khususnya untuk arek-arek Al-Sighor yang nota-benenya adalah santri baru dari berbagai-macam
latar belakang yang mana tidak semua dari mereka pernah mengenyam ilmu-limu agama. Oleh karna itu tingkat keilmuan mereka pun berbeda-beda sehingga hal ini-lah yang menjadi PR besar bagi komplek Al-Sighor untuk bisa mengatasi tingkat keilmuan yang berbeda-beda ini.

Oleh karna itu di komplek Al-Sighor ada kegiatan yang namanya Tikror, ngaji Shubuh dan lain sebagainya yang mana semua kegiatan tersebut untuk membantu para santri Al-Sighor mengejar ketertinggalan kereta mereka dalam bidang keilmuan tersebut.

permasalahan-permasalahan diatas dapat disimpulkan bahwasanya arek-arek Al-Sighor sangat membutuhkan bimbingan ekstra dalam bidang keilmuan sehingga otomatis para pengurus kamar dan pengurus harian harus berjuang lebih keras sehingga permasalah tersebut bisa terselesaikan.

Dalam kurun waktu setengah tahun ini, komplek Al-Sighor telah berhasil memprosentasekan keseharian arek-arek Al-Sighor sebagai berikut, untuk masalah belajar meski telah dikondisionalkan, arek-arek AL-Sighor masih tetap saja ada yang tidur sehingga nilai prosentasenya adalah 10%, untuk
masalah waktu menganggur nilai prosentasenya adalah 15%, untuk masalah waktu bergurau/bermain nilai prosentasenya adalah 25% dan terakhir adalah tidur yang mana dari belajar, menganggur dan bergurau/bermain pasti masih ada saja santri yang sempat untuk tidur sehingga hal tersebut memperngaruhi nilai prosentasenya menjadi 50%.

Setelah melihat hasil prosesntase yang telah dibuat, komplek Al-Sighor hanya ber-khusnu dzon saja mungkin anak-anak masih dalam proses pengkrasanan, kami (pengurus harian) masih optimis perkembangan anak-anak untuk selanjutnya masih bisa mandek meningkat dengan adanya stimulus yang dinanti-nantikan ini yakni nggak liburan dan juga yang pasti semangat-semangat para pengurus juga akan kembali full setelah liburan selesai. Maka siap-siaplah untuk pengobraan yang lebih dasyat oleh (sensor) setelah liburan pondok, waspadalah waspadalah !!!


Sekilas Juara 1 SFC


Sudah hampir 3 mingguan setelah perlombaan SFC (Sighor Friendship Cup) selesai yang ada 2 kategori, yakni tingkat santri dan tingkat pengurus. 

Perlombaan SFC ini berhasil dijuarai oleh kamar Ali (tingkat santri) dan Ubk (tingkat pengurus), rencananya Duta Al-Sighor ingin sekali meliput perlobaan SFC ini, apa daya tangan tak sampai, mungkin pepatah itu yang dapat mewakili kondisi Duta Al-Sighor waktu itu, yang mana crew-crewnya belum terbentuk dikarnakan ada sedikit miss-comunication antara pengurus kamar dengan pimpinan redaksi Duta Al-sighor.

Kamar Ali yang kala itu memenangkan perlombaan tingkat santri merasa sangat senang sekali bagaimana tidak, sejak tahun kemarin kamar Ali dapat menjuarai perlombaan yang serupa, bisa dibayangkan mereka berhasil mempertahankan stempel juara 1 dari kamar-kamar lainnya. Hal ini tidak telepas dari dukungan para pengurus kamar dan terutama para supporter mereka gabungan dengan kamar Ali dan Kamar Rqj. Bagi para pemain tingkat santri kamar Ali yang terpenting adalah selalu bersikap Sportif, pantang menyerah dan semangat. Hal tersebut terbukti meski lapangan yang panas membara menggosongkan kaki-kaki, mereka tetap pada pegangan mereka sehingga akhirnya dapat memenangkan perlombaan SFC dengan gelar juara 1. 

Sedangkan untuk kamar UBK, ini adalah kemenangan pedana mereka dalam tingkat pengurus karna pada tahun kemarin perlombaan SFC ini gabungan antara pengurus kamar dengan anak kamarnya.

Ust. Nasta'in yang mana menjadi salah satu amunisi dalam tim tingkat pengurus kamar UBK, merasa sangat senang sekali karna bisa membawa kamarnya menjadi juara 1 dalam perlombaan SFC tersebut. Beliau setiap mau bertanding selalu berpegang teguh terhadap perkataan beliau yang berbunyi, “ Pertandingan apapun  tidak ada bedanya, yang terpenting kita mau berusaha untuk menjadi yang terbaik”. Meski diawal perlombaan Ust. Nasta'in merasa masih ragu-ragu untuk melawan tim-tim besar pengurus lainnya seperti  Tim tingkat pengurus kamar UBK, merasa sangat senang sekali karna bisa membawa kamarnya menjadi juara 1 dalam perlombaan SFC tersebut. Beliau setiap mau bertanding selalu berpegang teguh terhadap perkataan beliau yang berbunyi, “ Pertandingan apapun  tidak ada bedanya, yang terpenting kita mau berusaha untuk menjadi yang terbaik”. Meski diawal perlombaan Ust. Nasta'in merasa masih ragu-ragu untuk melawan tim-tim besar pengurus lainnya seperti tim dari kamar Junaidi dan tim dari kamar Bahauddin , akan tetapi setelah melihat rekan-rekan setimnya malah Akhirnya beliaupun ikut semangat.

Dokumentasi Final SFC
 








Pelatihan Drumband

Kegiatan yang mendukung bakat santri marhalah Al-Sighor dalam bisang musik

Untuk mengasah bakat dan keterampilan santri-santri komplek Al-Sighor dalam bidang seni musik, maka pada jumat lalu (04/12) tepatnya setelah beberapa saat setelah kegiatan ro'an selesai, santri-santri yang sebelumnya telah dipilih oleh ketua komplek Al-Sighor memulai pelatihan drumband di kantor Al-Sighor yang dibimbing langsung oleh ketua komplek sendiri. 

Pelatihan drumband ini telah berjalan sudah 3 kali dan hasilnya sudah lumayan melihat kapasitas pelatihnya (ketua komplek Al-Sighor) yang masih awam dalam bidang ke-drumband-an tersebut.

Kendala yang muncul disaat pelaksanakan pelatihan drumband berlangsung adalah adanya salah satu personal drumband yang disambang oleh orangtuanya, sehingga otomatis pelatihan drumband tidak bisa dilanjutkan karna tidak lengkapnya personal drumband dan akhirnya buyar. 

Kategori Lainnya

Back To Top