Pembangkit Semangat Etos Kerja

Motivasi Kerja Untuk Crew Koran Duta Al-Sighor.
     
Demi mendorong kinerja dari pada crew koran Duta Al-Sighor, pimpinan redaksi koran Duta Al-Sighor, Ust. Tajuddin mendesain sebuah seragam untuk para crew koran Duta Al-Sighor. Hal ini bertujuan supaya semua crew bisa semangat dalam mengabdikan dirinya di dalam organisasi koran Duta Al-Sighor yang notabenenya tiada upah yang didapatkan melainkan pahala yang banyak untuk mereka kelak.
    
Alhamdulillah pada tanggal 4 oktober 2016 seragam sudah selesai dan dapat diambil di pusat grosir surabaya (PGS). Biaya perseragamnya adalah Rp. 85.000 dan biaya tersebut sudah mencangkup dari pada 3 buah bordir, depan 2 buah dan belakang 1 buah.
    
Proses penyelesaiannya tergolong cepat, hanya butuh sekitar 1 mingguan seragam sudah selesai sehingga lebih cepat lebih baik supaya koran Duta Al-Sighor bisa berjalan dengan maksimal karna dari dulu sejak awal (2016) crew koran Duta Al-Sighor hanya menunggu kapan jadinya seragam yang dapat membuat mereka kelihatan lebih resmi. 


Menyelam Lebih Dalam Didunia Tulis-Menulis

Rata-rata santri merasa tidak tertarik kepada tulis-menulis, padahal kitab yang mereka baca itu semuanya ditulis dengan tangan asli oleh penulisnya dahulu, saat itu tidak ada mesin ketik. Bisa dibayangkan kita menulis apalagi menggunakan bahasa arab yang banyak berjilid-jilid kitab dengan ratusan halaman?

Oleh karna itu marhalah Al-Sighor mengadakan pembelaran jurnalistik (Duta Al-Sighor) yang mana di dalamnya tidak hanya dipelajari bidang tulis-menulis saja akan tetapi banyak hal. Ditambah lagi pada tahun sekarang fasilitas marhalah Al-Sighor mulai lengkap dalam mendukung pembelajaran jurnalistik ini atau yang biasa dipanggil Duta Al-Sighor, seperti proyektor dengan layarnya untuk pembelajaran materi-materi, kamera digital dan DSLR untuk pembelajaran pengambilan gambar/foto dan masih banyak lagi.

Oleh karna itu mumpung fasilitas telah memadai dari pada tahun kemarin yang fasilitasnya apa adanya, marilah bergabung dengan Duta Al-Sighor karna kalian semua akan mendapatkan pengalaman yang tidak akan kalian bisa dapatkan selain di Duta Al-Sighor ini. Mumpung pembelajaran ini gratis dan pastinya kalian masih di marhalah Al-Sighor karna hal ini cuma ada di marhalah Al-Sighor.

Crew Duta Al-Sighor

Kronologi Hilangnya Santri Berinisial M.A.M



Kemarin (05/12) Ust. Alamul Huda (ketua komplek Al-Sighor) diberitahu oleh Ust. Abdur Rozaq (wali kelas VII E) bahwa ada anak didiknya kelas VII E yang berinisial M.A.M dari Surabaya yang nyelimput dan dinyatakan hilang oleh kedua orangtuanya dikarenakan setelah diperiksa di rumah dan rumah-rumah kerabatnya, keberadaannya masih belum ditemukan.

Dilain sisi, Ust. Abdur Rozaq telah menerima beberapa laporan tentang M.A.M dari teman-teman kelas dan kamarnya perihal kronologi nyelimput dan menghilangnya M.A.M, sehingga Ust. Abdur Rozaq dapat menyimpulkan  kronologinya sebagai berikut.

Pada hari Ahad-Senin santri yang berinisial M.A.M nyelimput ke Bojonegoro dengan temannya anak kamar Bahauddin An-Naqsabandi. Sebelum nyelimput tasnya dibawakan oleh temannya anak kampung yang bermukim di PPS (Perumahan Permata Suci) yang berinisial W anak kelas VII E. Pada hari senin paginya diurus oleh budenya anak kamar Bahauddin An-Naqsabandi (Yang diajak nyelimput) ke kantor MTs agar santri yang berinisial M.A.M bisa ikut ujian, akan tetapi anaknya malah tidak ikut.

Pada hari Senin-Selasa Mr. M.A.M nyelimput sendiri. Sebelum nyelimput tasnya dibawakan lagi oleh temannya anak kampung berinisial W. Saat kembali ia (M.A.M) membawa uang 300 ribu rupiah (anaknya mengatakan uang tersebut dari rumah akan tetapi orangtuanya mengatakan anaknya tidak pulang).

Pada hari Rabu-Minggu M.A.M nyelimput dan tidak diketahui keberadaan. Ia nyelimput keluar ikut salah satu wali santri (ayahnya Rojib Fadli kelas VII E). Pada hari jum’atnya kebetulan ia disambang oleh kedua orangtuanya akan tetapi kedua orangtuanya tidak dapat menemukan ia di pondok, sehingga pada hari sabtunya kedua orangtuanya berniat untuk melaporkan hal ini kepada polisi.

Keterangan tambahan, bahwa pada hari selasa pagi anaknya membawa uang 100 ribu rupiah dan mentraktir temannya. Pada hari selasa malam ia membawa uang 100 ribu rupiah untuk potong rambut dan mentraktir temannya. Temannya mengatakan bahwa ia menggunakan uang SPPnya untuk dibuat jajan.

Pada hari Minggu malam (06/12), semua yang dirasa bersangkutan dalam hal hilangnya M.A.M kedatangannya ke kantor keamanan pondok untuk membahas hal tersebut. Ditengah pembahasan hilangnya M.A.M, Ust. Abdur Rozaq mendapatkan pemberitahuan pesan singkat dari orangtua bersangkutan bahwasannya M.A.M telah berada dirumah. Sehingga semuanya pun menjadi lega atas kabar tersebut.

Disinyalir bahwa M.A.M nyelimput dikarenakan tidak kerasan ataupun sudah tidak sabar untuk liburan yang pasti hanya dirinya dan Allah-lah SWT yang tahu. 

Terakhir, Ust. Alamul Huda Ber-harap kejadian ini dapat dijadikan pelajaran bagi yang lainnya agar hal semacam ini tidak terulang kembali karna dapat mengsusahkan berbagai pihak terutama orangtua yang pasti akan sangat khawatir, kalian tidak mau membuat kedua orangtua kalian khawatirkan? Makanya jangan ditiru, ok! 

Sejarah SIngkat Duta Al-Sighor

Kemarin (29/11) perwakilan reporter Duta Al-Sighor melakukan wawancara terhadap Ust. Ahmada selaku pengurus senior komplek Al-Sighor yang sekarang sudah dikirim untuk mengabdi di Benjeng. Meski telah dikirim ke Benjeng, beliau masih tetap menyempatkan waktunya untuk mengunjungi pondok terutama kamar Abdul Qodir Al-Jaelan tempat mengabdi beliau pertama kali. Beliau adalah sosok yang sangat berpengaruh di komplek Al-Sighor.

Mengenai sejarah Duta Al-Sighor, beliau menceritakan bahwasanya Duta Al-Sighor itu berdiri pada tanggal 11 september 2011 yang mana tujuan Duta Al-Sighor didirikan adalah ingin menyaingi MAMBAST POST. Tujuan mambast post adalah membuat media untuk seluruh santri Mambaus Sholihin, sedangkan tujuan Duta Al-Sighor adalah untuk membuat media penyampai berita khusus untuk santri Al-Sighor.

Efek berdirinya duta al sighor yang paling menonjol adalah semangat santri al sighor dalam mengisi kuis, dan kuis yang paling di sukai santri Al-Sighor adalah TTS (teka-teki silang, red). Mereka Sangat semangat dan antusias sekali di kala mengisi TTS yag diadakan oleh Duta Al-Sighor.

Seperti sebuah organisasi yang lain, Duta Al-sighor pun memiliki beberapa kendala dalam menunjukkan eksistensinya (keberadaannya), yang paling vital adalah percetakannya, karena proses percetakannya harus dilakukan di kantor 'AMM ataupun kantor DINIYAH dan hal tersebut yang membuat berjalannya Duta Al-Sighor sedikit terhambat.

Terakhirnya, Beliau Ust. Ahmada berharap terhadap Duta Al-Sighor supaya bisa terus menjaga eksistensinya (keberadaannya) dari generasi ke generasi dan beliau akan selalu mendukung apa-apa yang berkaitan tentang Duta Al-Sighor, dan yang terakhir, beliau menginginkan agar Duta Al-Sighor mempunyai inventaris dan perlengkapan sendiri, seperti: kamera dan lain-lain.


Kategori Lainnya

Back To Top