Kemarin (05/12) Ust. Alamul Huda (ketua komplek Al-Sighor) diberitahu oleh Ust. Abdur Rozaq (wali kelas VII E) bahwa ada anak didiknya kelas VII E yang berinisial M.A.M dari Surabaya yang nyelimput dan dinyatakan hilang oleh kedua orangtuanya dikarenakan setelah diperiksa di rumah dan rumah-rumah kerabatnya, keberadaannya masih belum ditemukan.
Dilain sisi, Ust. Abdur Rozaq telah menerima beberapa laporan tentang M.A.M dari teman-teman kelas dan kamarnya perihal kronologi nyelimput dan menghilangnya M.A.M, sehingga Ust. Abdur Rozaq dapat menyimpulkan kronologinya sebagai berikut.
Pada hari Ahad-Senin santri yang berinisial M.A.M nyelimput ke Bojonegoro dengan temannya anak kamar Bahauddin An-Naqsabandi. Sebelum nyelimput tasnya dibawakan oleh temannya anak kampung yang bermukim di PPS (Perumahan Permata Suci) yang berinisial W anak kelas VII E. Pada hari senin paginya diurus oleh budenya anak kamar Bahauddin An-Naqsabandi (Yang diajak nyelimput) ke kantor MTs agar santri yang berinisial M.A.M bisa ikut ujian, akan tetapi anaknya malah tidak ikut.
Pada hari Senin-Selasa Mr. M.A.M nyelimput sendiri. Sebelum nyelimput tasnya dibawakan lagi oleh temannya anak kampung berinisial W. Saat kembali ia (M.A.M) membawa uang 300 ribu rupiah (anaknya mengatakan uang tersebut dari rumah akan tetapi orangtuanya mengatakan anaknya tidak pulang).
Pada hari Rabu-Minggu M.A.M nyelimput dan tidak diketahui keberadaan. Ia nyelimput keluar ikut salah satu wali santri (ayahnya Rojib Fadli kelas VII E). Pada hari jum’atnya kebetulan ia disambang oleh kedua orangtuanya akan tetapi kedua orangtuanya tidak dapat menemukan ia di pondok, sehingga pada hari sabtunya kedua orangtuanya berniat untuk melaporkan hal ini kepada polisi.
Keterangan tambahan, bahwa pada hari selasa pagi anaknya membawa uang 100 ribu rupiah dan mentraktir temannya. Pada hari selasa malam ia membawa uang 100 ribu rupiah untuk potong rambut dan mentraktir temannya. Temannya mengatakan bahwa ia menggunakan uang SPPnya untuk dibuat jajan.
Pada hari Minggu malam (06/12), semua yang dirasa bersangkutan dalam hal hilangnya M.A.M kedatangannya ke kantor keamanan pondok untuk membahas hal tersebut. Ditengah pembahasan hilangnya M.A.M, Ust. Abdur Rozaq mendapatkan pemberitahuan pesan singkat dari orangtua bersangkutan bahwasannya M.A.M telah berada dirumah. Sehingga semuanya pun menjadi lega atas kabar tersebut.
Disinyalir bahwa M.A.M nyelimput dikarenakan tidak kerasan ataupun sudah tidak sabar untuk liburan yang pasti hanya dirinya dan Allah-lah SWT yang tahu.
Terakhir, Ust. Alamul Huda Ber-harap kejadian ini dapat dijadikan pelajaran bagi yang lainnya agar hal semacam ini tidak terulang kembali karna dapat mengsusahkan berbagai pihak terutama orangtua yang pasti akan sangat khawatir, kalian tidak mau membuat kedua orangtua kalian khawatirkan? Makanya jangan ditiru, ok!
Labels:
Duta Al-Sighor,
Informasi,
Kehilangan,
Komplek Al-Sighor
Thanks for reading Kronologi Hilangnya Santri Berinisial M.A.M. Please share...!
